thumbnail-cadangan

Seperti yang kita ketahui, Al qur'an adalah kalam Allah yang berupa mukjizat, diturunkan kepada nabi Muhammad dengan porantara Jibril dan membacanya dianggap sebagai ibadah.

Sedangkan mengenai hadits Qudsi, terdapat sejumlah pendapat antara lain :

Hadist qudsi ialah "perkataan-perkataan yang disabdakan Nabi Muhammad dengan mengatakan " Allah berfirman ". Nabi menyandarkan perkataan itu kepada Allah. Beliau meriwayatkan dari Allah SWT.

Kata Ath-Thibi "hadits qudsi ialah titah tuhan yang disampaikan kepada nabi di dalam mimpi, atau dengan jalan ilham, lalu nabi menerangkan apa yang di mimpikannya itu, dengan susunan perkataan beliau sendiri serta menyandarkanya kepada Allah".Pada hadits yang lain, beliau tidak mengatakan : "Berfirman Allah.....".

Abul Baqa' Al Ukhbari dalam kuliyatnya, pada waktu menerangkan perbedaan antara Al qur'an dan hadits qudsi berkata: " Al qur'an ialah wahyu yang lafaz dan maknanya dari Allah". Adapun Hadits qudsi ialah "wahyu yang lafaznya dari Rasul, sedang maknanya dari Allah, diturunkan kepadanyadengan jalan ilham atau dengan jalan mimpi".

Menurut Al Kirmani, hadits qudsi dinamakan juga dengan hadits ilahy dan hadits Rabbany.

Sebagian ulama berkata; "Al qur'an ialah lafaz yang tidak dapat seluruh ahli balaghah membuat yang sepertinya. Dan diturunkanya dengan perantaraan jibril. Hadits qudsi tidak demikian, ia tidak mu'jiz (melemahkan) dan tidak di turunkan dengan perantaraan Jibril. hadits qudsi dinamakan juga dengan hadits ilahy dan hadits Rabbany.

Segolongan ulama berpendapat; segala hadits yang berpautan dengan zat Allah dan sifat-sifat-Nya, dinamakan hadits qudsi, sedangkan yang lain dari itu, tidak.

Dari uraian diatas, jelas bahwa Al qur'an baik dari lafaz maupun maknanya dari allah dan diturunkan atau disampaikan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. Sedangkan hadits qudsi lafaznya dari Nabi dan maknanya dari Allah, sementara disampaikan kepada Nabi tidak melalui Jibril. Dan kandungannya berkaitan dengan zat Allah dan sifat-sifat-Nya.

Perbedaanya dengan hadits Nabi ialah, hadits Nabi tidak terbatas pada ucapan nabi, tetapi juga pada pebuatan serta penetapanya. Dan isi kandunganya mencakup segalanya.

Kesimpulanya

Perbedaan antara Al qur'an dengan hadits qudsi adalah :
  1. Semua ayat al qur'an adalah mukjizat dan mutawati, sedangkan hadits qudsi tidak
  2. Semua ketentuan hukum bagi Al qur'an tentang membacanya dan menyentuhnya tidak berlaku bagi hadits qudsi
  3. Setiap al qur'an yang dibaca mendatangkan pahala bagi pembacanya, sedangkan hadits qudsi tidak
  4. Meriwayatkan al qur'an tidak boleh dengan maknanya saja atau mengganti sinonimnya, sedangkan al hadits berbeda (boleh)

menurut ilmu pengetahuan bahwa embrio yang berada dalam perut ibunya itu di tutupi oleh tiga selaput. Selaput ini tidak akan terlihat, kecuali dilakukan dengan pembedahan yang teliti, sehingga yang nampak oleh mata seolah-olah hanya satu selaput saja. Selaput inilah yang dinamakan selaput choiron, selaput amnion, dan dinding uterus oleh ilmu kedokteran modern. dalam Al qur'an yang terdapat pada surat Az zumar ayat 6 memperkuat pendapat tersebut :

" Dia menciptakan kamu dari seorang diri Kemudian dia jadikan daripadanya isterinya dan dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan*. yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain Dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?"(Az Zumar : 6)

* tiga kegelapan itu ialah kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim.

Dalam ayat ini terkandung mukjizat ilmiah bagi al qur'an bahwa rahim mempunyai tiga selaput yang diberi nam dhulumat (kegelapan-kegelapan) karena selaput ini bisa menghalangi dan menutupi sinar cahaya, dalam ilmu modern disebutkan ada tuga selaput.

thumbnail-cadangan

Dalam sejarah islam telah dikenal perang khandaq yang terjadi pada tahun 5 H / 327 M. Perang khandaq (perang Parit) disebut demikian karena dalam menghadapi pertempuran yang satu ini seluruh kaum muslimin madinah diperintahkan oleh Rasulullah untuk bekerja bakti membuat parit di sekeliling kota sebagai suatu setrategi untuk membendung pasukan musuh yang terdiri dari tentara sekutu yang jumlahnya sangat besar, agar meeka tidak dapat masuk ke dalam kota. Pembuatan perit dengan jangka waktu 15 hari itu merupakan keputusan Rasulullah setelah menerima usulan dari Salman Al Farisi dalam suatu majlis Musyawarah. Akhirnya benar juga bahwa musuh pun tidak bisa masuk ke dalam kota.

Sepeninggal Rasulullah tradisi musyawarah ini pun tetap terus bekembang pada jaman sahabat. Selain dalam urusan kehidupan bermasyarakat, meeka juga bermusyawarah dalam urusan hukum dengan tetap berpedoman pada Al qur'qn dan As Sunnah. Masalah pertama kali yangdi musyawarahkan oleh para sahabat adalaha pemilihan seorang khalifah. Karena Rasulullah sendiri tidak pernah menentukan siapa yang kelak menjadi penggantinya sebagai pemimpin umat tetapi bukan sebagai rasul ataupun nabi setelah beliau wafat.

Musyawarah yang diadakan di balairung Bani Sa'idah akhirnya dapat menelorkan keputusan terpilihnya Abu Bakar As Shidiq sebagai khalifah pertama dalam sejarah islam.

thumbnail-cadangan

"ROSULULLAH SEBAGAI SURI TAULADAN YANG BAIK"

Seandainya di bumi ini tidak ada nabi Muhammad Saw maka orang-orang akan menjadi rusak dan tidak berakhlaq. Kita semua adalah generasi muda yang nantinya banyak di butuhkan orang untuk bisa membuat konsep-konsep yang baru karena Allah menciptakan bukan untuk di pandang saja.

Rosullah Saw adalah contoh suritauladan yang baik padahal di luar sana banyak orang yang tidak mengenal atau tidak mempunyai rasa prikemanusiaan tapi Rosulullah berhasil menjadikan orang-orang itu menjadi manusia yang baik dengan cara yang sangat halus.

Allah menciptakan Nabi Muhammad bukan karena kepemimpinannya, bukan karena kepandaiannya tetapi karena Akhlaq beliaulah sehinggah para ulama' mengumpamakan nabi Muhammad Saw sebagai manusia tidak seperti layaknya manusia biasa, pada hal Rosul juga makan seperti manusia, minium, seperti manusia tapi mengapa para ulama' mengumpamakan seperti itu Rosul juga diumpamakan sebagai " batu yang tidak biasa" tetapi seperti batu yang mahal harganya, itu semua karena Akhlaq Rosul yang sangat baik.

Jadilah manusia yang bentuknya seperti manusia tapi wataknya tidak seperti manusia, Rosulullah dalam menolong dengan cara yang baik sekali walaupun di tengah-tengah orang yang tidak berwatak baik, suatu cerita ketika Rosul pergi ke masjid dalam perjalanan Rosul dilempari batu, dilempari kotoran unta oleh kaum kafir tapi Rosul tetap sabar, diam dan tetap meneruskan perjalanannya tidak mundur tetap berjuang membela agama islam. Dan suatu hari Rosul ke masjid dalam perjalanannya tidak ada yang mengganggu lagi malah Rosul mencari orang itu kemudian Rosul bertanya kepada sahabatnya " kenapa orang yang biasanya melempari Rosul tidak ada ?" sahabat Rosul pun menjawab bahwa orang yang biasa melempari Rosul dengan batu adalah seorang perempuan dan perempuan itu sekarang lagi sakit, Rosulullah pun menjenguk perempuan itu ketika Rosulullah mengetuk pintu dan mengucapkan salam tidak ada satupun yang menjawab salam beliau karena di dalam rumah itu semuanya orang kafir, Rosul mendo'akan perempuan, dia sangat takut dengan kedatangan Rosul dan dalam sekejap perempuan itu mendapat hidayah dari Allah sehinggah hatinya tersentu dan akhirnya masuk islam.

Lain cerita ada seorang perempuan nakal sedang berjalan ketika di tengah perjalanan ada seekor anjing yang sedang kehausan ketika itu juga hati si perempuan itu tersentuh untuk menolong hewan itu walaupun hewan itu najis sehinggah Allah mengampuni semua dosa perempuan itu.

Oleh karena itu kita sebagai generasi muda kita tidak bolah mengandalkan akal, kita harus menolong seseorang dengan ikhlas, kita juga harus menggali potensi dalam diri kita dengan dilandasi Dzikrullah bukan hanya IPTEK saja tetapi dengan IMTAQ juga