menurut ilmu pengetahuan bahwa embrio yang berada dalam perut ibunya itu di tutupi oleh tiga selaput. Selaput ini tidak akan terlihat, kecuali dilakukan dengan pembedahan yang teliti, sehingga yang nampak oleh mata seolah-olah hanya satu selaput saja. Selaput inilah yang dinamakan selaput choiron, selaput amnion, dan dinding uterus oleh ilmu kedokteran modern. dalam Al qur'an yang terdapat pada surat Az zumar ayat 6 memperkuat pendapat tersebut :

" Dia menciptakan kamu dari seorang diri Kemudian dia jadikan daripadanya isterinya dan dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan*. yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain Dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?"(Az Zumar : 6)

* tiga kegelapan itu ialah kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim.

Dalam ayat ini terkandung mukjizat ilmiah bagi al qur'an bahwa rahim mempunyai tiga selaput yang diberi nam dhulumat (kegelapan-kegelapan) karena selaput ini bisa menghalangi dan menutupi sinar cahaya, dalam ilmu modern disebutkan ada tuga selaput.

thumbnail-cadangan

Dalam sejarah islam telah dikenal perang khandaq yang terjadi pada tahun 5 H / 327 M. Perang khandaq (perang Parit) disebut demikian karena dalam menghadapi pertempuran yang satu ini seluruh kaum muslimin madinah diperintahkan oleh Rasulullah untuk bekerja bakti membuat parit di sekeliling kota sebagai suatu setrategi untuk membendung pasukan musuh yang terdiri dari tentara sekutu yang jumlahnya sangat besar, agar meeka tidak dapat masuk ke dalam kota. Pembuatan perit dengan jangka waktu 15 hari itu merupakan keputusan Rasulullah setelah menerima usulan dari Salman Al Farisi dalam suatu majlis Musyawarah. Akhirnya benar juga bahwa musuh pun tidak bisa masuk ke dalam kota.

Sepeninggal Rasulullah tradisi musyawarah ini pun tetap terus bekembang pada jaman sahabat. Selain dalam urusan kehidupan bermasyarakat, meeka juga bermusyawarah dalam urusan hukum dengan tetap berpedoman pada Al qur'qn dan As Sunnah. Masalah pertama kali yangdi musyawarahkan oleh para sahabat adalaha pemilihan seorang khalifah. Karena Rasulullah sendiri tidak pernah menentukan siapa yang kelak menjadi penggantinya sebagai pemimpin umat tetapi bukan sebagai rasul ataupun nabi setelah beliau wafat.

Musyawarah yang diadakan di balairung Bani Sa'idah akhirnya dapat menelorkan keputusan terpilihnya Abu Bakar As Shidiq sebagai khalifah pertama dalam sejarah islam.

thumbnail-cadangan

"ROSULULLAH SEBAGAI SURI TAULADAN YANG BAIK"

Seandainya di bumi ini tidak ada nabi Muhammad Saw maka orang-orang akan menjadi rusak dan tidak berakhlaq. Kita semua adalah generasi muda yang nantinya banyak di butuhkan orang untuk bisa membuat konsep-konsep yang baru karena Allah menciptakan bukan untuk di pandang saja.

Rosullah Saw adalah contoh suritauladan yang baik padahal di luar sana banyak orang yang tidak mengenal atau tidak mempunyai rasa prikemanusiaan tapi Rosulullah berhasil menjadikan orang-orang itu menjadi manusia yang baik dengan cara yang sangat halus.

Allah menciptakan Nabi Muhammad bukan karena kepemimpinannya, bukan karena kepandaiannya tetapi karena Akhlaq beliaulah sehinggah para ulama' mengumpamakan nabi Muhammad Saw sebagai manusia tidak seperti layaknya manusia biasa, pada hal Rosul juga makan seperti manusia, minium, seperti manusia tapi mengapa para ulama' mengumpamakan seperti itu Rosul juga diumpamakan sebagai " batu yang tidak biasa" tetapi seperti batu yang mahal harganya, itu semua karena Akhlaq Rosul yang sangat baik.

Jadilah manusia yang bentuknya seperti manusia tapi wataknya tidak seperti manusia, Rosulullah dalam menolong dengan cara yang baik sekali walaupun di tengah-tengah orang yang tidak berwatak baik, suatu cerita ketika Rosul pergi ke masjid dalam perjalanan Rosul dilempari batu, dilempari kotoran unta oleh kaum kafir tapi Rosul tetap sabar, diam dan tetap meneruskan perjalanannya tidak mundur tetap berjuang membela agama islam. Dan suatu hari Rosul ke masjid dalam perjalanannya tidak ada yang mengganggu lagi malah Rosul mencari orang itu kemudian Rosul bertanya kepada sahabatnya " kenapa orang yang biasanya melempari Rosul tidak ada ?" sahabat Rosul pun menjawab bahwa orang yang biasa melempari Rosul dengan batu adalah seorang perempuan dan perempuan itu sekarang lagi sakit, Rosulullah pun menjenguk perempuan itu ketika Rosulullah mengetuk pintu dan mengucapkan salam tidak ada satupun yang menjawab salam beliau karena di dalam rumah itu semuanya orang kafir, Rosul mendo'akan perempuan, dia sangat takut dengan kedatangan Rosul dan dalam sekejap perempuan itu mendapat hidayah dari Allah sehinggah hatinya tersentu dan akhirnya masuk islam.

Lain cerita ada seorang perempuan nakal sedang berjalan ketika di tengah perjalanan ada seekor anjing yang sedang kehausan ketika itu juga hati si perempuan itu tersentuh untuk menolong hewan itu walaupun hewan itu najis sehinggah Allah mengampuni semua dosa perempuan itu.

Oleh karena itu kita sebagai generasi muda kita tidak bolah mengandalkan akal, kita harus menolong seseorang dengan ikhlas, kita juga harus menggali potensi dalam diri kita dengan dilandasi Dzikrullah bukan hanya IPTEK saja tetapi dengan IMTAQ juga

thumbnail-cadangan
Al Qur'an sebagai dasar hukum yang pertama tidak di sangsikan lagi oleh umat islam bahwa al qur'an adalah sumber yang asasi bagi syariat islam. Dari al qur'an inilah dasar-dasar hukum islam beserta cabang-cabangnya digali.
Agama islam, agama yang dianut oleh umat muslim di seluruh dunia, merupakan way of life yang menjamin kebahagian hidup pemeluknya di dunia dan di akherat kelak.

agama islam datang dengan al qur'annya membuka lebar-lebar mata manusia agar mereka menyadari jati diri dan hakekat keberadaan manusia di atas bumi ini. Juga, agar manusia tidak terlena dengan kehidupan ini, sehingga manusia tidak menduga bahwa hidup mereka hanya di mulai denga kelahiran dan kematian saja. Al qur'qn mengajak manusia berpikir tentang kekuasaan Allah SWT. Dan dengan berbagai dalil, al qur'an juga mengajarkan kepada manusia untuk membuktikan keharusan adanya hari kebangkitan, dan bahwa kebahagiaan manusia pada hari itu akan di tentukan oleh sikap persesuaian hidup mereka dengan apa yang dikehendaki oleh Sang Pencipta, Allah Yang Maha Kuasa.

Untuk mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia dan di akherat kelak manusia membutuhkan peraturan-peraturan, gambarannya adalah seperti halnya seseorang yang yang akan menuju suatu negeri atau kota yang amat jauh. Ia haus berkendaraaan yang layak, dan harus mengikuti rambu-rambu lalu lintas di sepanjang perjalanannya bila ia ingin selamat sampai tujuan. Nah di sisi inilah sebagai manusia yang di lengkapi dengan akal pikiran yang sehat dapat merenungkannya ketika manusia mau menuju perjalanan yang sangat jauh (akherat) itu, siapakah yang patut dan seharusnya membuat peretuan-peraturan itu ?.

Apakah manusia patut dengan yang demikian itu ?. Manusia memiliki kelemahan-kelemahan, disamping itu pengetahuan manusia sangat terbatas. Lantaran itu jika manusia yang diserahi menyusun peratuan-peratuan lalu lintas menuju kehidupan sesudah mati maka akan sangat keliru, karena manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi setelah kematian.

Jika demikian yang patut menyusunnya adalah Allah Tuhan Yang Maha Kuasa yang sedikitpun tidak mempunyai kepentingan. Dan peraturan yang dibuatNya itu disebut "AGAMA". Namun manusia tidak bisa behubungan langsung secara jelas dengan Tuhan, guna memperoleh informasi-NYA, Tuhan memilih orang-orang tertentu yang memiliki kesucian jiwa dan kecerdasan pikiran untuk menyampaikan informasi-NYA kepada manusia.Mereka yeng terpilih itu dinamai Nabi dan Rasul.

Dan para Nabi atau Rasul yang menerima informasi dari Tuhan untuk disampaikan kepada manusia itu, harus diberi bukti-bukti agar manusia mampu menerimanya. Bukti-bukti itu dalam islam disebut mukjizat. Dan mukjizat yang diberikan kepada Nabi akhir zaman, penutup para Nabi dan Rasul adala Al Qur'a Al Karim.

Al qur'an sebagai sumber pertama dan utama bagi hukum islam dan pedoman hidup manusia di tegaskan oleh Rasulullah SAW. sebagai berikut:

"Aku tinggalkan kepada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat, selama kalian berpegang tuguh kepada keduanya, yaitu kitabullah al qur'an dan sunnahku".